Survey LiDAR dan pemetaan 3D Lidar Nusantara
LiDAR • POINT CLOUD • 3D MAPPING
Precision Geospatial Survey

Survey LiDAR untuk Pemetaan Presisi Tinggi.

Lidar Nusantara menyediakan solusi survey LiDAR dan pemetaan 3D untuk membantu memperoleh informasi kondisi permukaan secara lebih detail, terukur, dan dapat digunakan dalam perencanaan serta analisis berbagai jenis proyek.

Technology LiDAR Scanning
Data 3D Point Cloud
Application Mapping & Survey
Coverage Berbagai Sektor
Accurate Spatial Data
Peralatan drone untuk survey LiDAR Lidar Nusantara
Geospatial Data Acquisition Mengubah kondisi lapangan menjadi data spasial tiga dimensi.
Mengenal Teknologi LiDAR

Apa Itu Survey LiDAR?

Survey LiDAR merupakan metode pemetaan yang memanfaatkan pulsa laser untuk memperoleh informasi posisi dan bentuk objek di permukaan bumi dalam bentuk data tiga dimensi.

Sensor LiDAR memancarkan pulsa laser menuju permukaan dan membaca kembali pantulannya. Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan data posisi dan orientasi wahana untuk membentuk 3D Point Cloud yang merepresentasikan kondisi area survei.

L
Laser Scanner Memancarkan dan menerima kembali pulsa laser untuk merekam posisi objek dan permukaan pada area survei.
G
GNSS Positioning Memberikan referensi posisi geografis sehingga hasil pengukuran dapat dikaitkan dengan koordinat spasial.
I
IMU Orientation Merekam orientasi dan pergerakan wahana saat pengambilan data untuk mendukung pembentukan dataset yang konsisten.
LiDAR Workflow
Dari pulsa laser hingga menjadi data geospasial yang dapat dianalisis.
STEP 01 Laser Dipancarkan

Sensor LiDAR memancarkan pulsa laser menuju permukaan area yang sedang dipetakan.

→
STEP 02 Pantulan Direkam

Sensor mencatat waktu dan karakteristik pantulan laser dari objek maupun permukaan.

→
STEP 03 Point Cloud Dibentuk

Hasil pengukuran dikonversi menjadi kumpulan titik tiga dimensi dengan koordinat spasial.

→
STEP 04 Data Diproses

Point cloud dapat diolah menjadi informasi permukaan dan data pemetaan sesuai kebutuhan proyek.

Why LiDAR Survey

Keunggulan Survey LiDAR untuk Data Geospasial yang Lebih Detail.

Teknologi LiDAR membantu proses survei dalam memperoleh representasi permukaan secara tiga dimensi. Dataset yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pemetaan, analisis medan, perencanaan, monitoring, hingga pemodelan spasial.

01
3D
Data Tiga Dimensi

Hasil survey LiDAR direpresentasikan dalam bentuk kumpulan titik tiga dimensi atau point cloud sehingga bentuk medan dan objek di area survei dapat dianalisis secara lebih detail.

02
DT
Detail Elevasi Permukaan

Informasi ketinggian dari point cloud dapat digunakan dalam pengolahan model elevasi untuk membantu memahami variasi topografi serta karakteristik medan.

03
AR
Efektif untuk Area Luas

Akuisisi data dari wahana udara memungkinkan survey dilakukan untuk cakupan wilayah yang luas dan membantu proses pemetaan area proyek secara lebih efisien.

04
VG
Analisis Area Bervegetasi

Multiple return pada pengukuran LiDAR dapat membantu proses identifikasi informasi dari berbagai lapisan objek sehingga data dapat diolah untuk analisis vegetasi dan permukaan tanah.

05
PC
Point Cloud sebagai Basis Analisis

Data point cloud dapat menjadi basis untuk pengolahan lebih lanjut seperti klasifikasi permukaan, model terrain, model surface, kontur, analisis elevasi, hingga kebutuhan pemodelan tiga dimensi sesuai ruang lingkup proyek.

06
PL
Mendukung Perencanaan Proyek

Informasi spasial hasil survey dapat digunakan sebagai salah satu sumber data dalam perencanaan infrastruktur, pertambangan, perkebunan, kehutanan, konstruksi, serta proyek berbasis wilayah lainnya.

Setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda. Metode akuisisi, cakupan survey dan output data disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Konsultasi Kebutuhan Survey →
LiDAR Applications

Survey LiDAR untuk Berbagai Kebutuhan Proyek.

Data hasil survey LiDAR dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor yang membutuhkan informasi topografi, elevasi, kondisi permukaan, pemodelan 3D dan analisis geospasial.

02
INF
Infrastruktur

Informasi topografi dan model permukaan dapat digunakan sebagai salah satu data pendukung dalam perencanaan jalan, jembatan, bendungan, kawasan industri serta berbagai proyek infrastruktur.

Road Bridge Planning
03
FOR
Kehutanan

Point cloud LiDAR dapat digunakan untuk membantu analisis struktur vegetasi, informasi tinggi kanopi serta pemodelan permukaan tanah di bawah tutupan vegetasi sesuai kondisi dan kebutuhan proyek.

Vegetation Canopy Terrain
04
AGR
Perkebunan

Survey udara berbasis LiDAR dapat membantu menyediakan informasi spasial untuk pengelolaan kawasan perkebunan, analisis kontur, jaringan jalan kebun serta perencanaan kawasan.

Plantation Contour Mapping
05
CON
Konstruksi & Engineering

Model tiga dimensi dari data LiDAR dapat digunakan sebagai informasi pendukung untuk memahami kondisi eksisting area sebelum perencanaan, pembangunan, maupun evaluasi pekerjaan konstruksi.

Engineering Existing 3D Data
06
COR
Pemetaan Koridor

LiDAR dapat dimanfaatkan untuk pemetaan koridor jalan, jalur transmisi, pipeline maupun jaringan utilitas yang membutuhkan data spasial sepanjang area memanjang.

Corridor Utility Linear Mapping
07
TOP
Survey Topografi

Informasi elevasi dari point cloud dapat menjadi salah satu basis pengolahan model terrain, kontur serta pemetaan bentuk permukaan area pekerjaan.

Topography Elevation Contour
08
HYD
Analisis Drainase & Hidrologi

Model elevasi dapat digunakan sebagai data pendukung dalam analisis arah aliran, bentuk terrain, catchment area dan kebutuhan kajian spasial terkait pengelolaan air.

Hydrology Drainage Elevation
09
URB
Pemetaan Kawasan & Urban

Survey LiDAR juga dapat digunakan untuk membentuk representasi tiga dimensi kawasan terbangun, lingkungan perkotaan, fasilitas maupun area pengembangan.

Urban 3D Mapping Development
Project Requirement Memiliki kebutuhan survey di sektor yang berbeda?

Jenis pekerjaan, metode pengambilan data serta output akhir dapat disesuaikan berdasarkan lokasi, luas area, karakteristik medan dan kebutuhan teknis proyek.

Diskusikan Proyek Anda →
Survey Deliverables

Output Survey LiDAR yang Siap Digunakan untuk Analisis.

Data hasil survey dapat diproses menjadi berbagai produk geospasial sesuai kebutuhan pekerjaan. Jenis deliverables ditentukan berdasarkan tujuan, spesifikasi dan ruang lingkup proyek.

02
DTM
Digital Terrain Model

Model elevasi yang merepresentasikan permukaan tanah setelah proses klasifikasi point cloud. Dapat digunakan untuk analisis terrain, kontur dan kebutuhan perencanaan berbasis elevasi.

03
DSM
Digital Surface Model

Model permukaan yang dapat mencakup objek di atas tanah seperti bangunan maupun vegetasi sehingga memberikan gambaran ketinggian permukaan area secara keseluruhan.

04
CTR
Data Kontur

Garis kontur dapat dihasilkan dari model elevasi untuk membantu visualisasi perubahan ketinggian dan bentuk terrain sesuai interval serta kebutuhan teknis proyek.

05
3D
Model 3D

Data hasil pengolahan dapat digunakan untuk membentuk representasi tiga dimensi area, terrain maupun objek tertentu sebagai dukungan visualisasi dan analisis proyek.

06
GIS
Data GIS & CAD

Informasi hasil survey dapat disiapkan dalam format yang mendukung proses analisis pada perangkat lunak GIS maupun CAD sesuai kebutuhan workflow tim engineering dan geospasial.

07
ORT
Orthophoto

Apabila pekerjaan dilengkapi dengan akuisisi citra, orthophoto dapat digunakan sebagai visual referensi permukaan yang telah dikoreksi secara geometris untuk mendukung interpretasi area.

08
CLS
Classified Point Cloud

Point cloud dapat diklasifikasikan menjadi kategori tertentu seperti ground, vegetation atau objek lainnya sesuai metode pengolahan dan kebutuhan pekerjaan.

Flexible Data Delivery Format data dapat disesuaikan dengan workflow proyek.

Deliverables dapat dipersiapkan menyesuaikan kebutuhan pemrosesan lanjutan, perangkat lunak yang digunakan serta spesifikasi teknis dari tim engineering atau geospatial.

LAS / LAZ Point Cloud
GeoTIFF Raster
DWG / DXF CAD
SHP GIS Vector
XYZ Coordinate
PDF / Map Presentation
i

Deliverables akhir tidak harus mencakup seluruh output di atas. Jenis produk data, format file, klasifikasi dan tingkat pengolahan dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan, spesifikasi teknis serta scope pekerjaan masing-masing proyek.

Survey Workflow

Proses Pekerjaan Survey LiDAR.

Pelaksanaan survey dilakukan melalui tahapan terstruktur mulai dari identifikasi kebutuhan hingga proses pengolahan dan penyerahan data. Workflow dapat disesuaikan dengan karakteristik area dan spesifikasi teknis proyek.

01
Project Requirement Konsultasi Kebutuhan Proyek

Tahap awal dilakukan dengan memahami lokasi, luas area, tujuan pekerjaan, jenis data yang dibutuhkan, format deliverables serta kebutuhan teknis lain dari tim pengguna.

Requirement Scope
02
Mission Planning Perencanaan Survey

Area pekerjaan dipelajari untuk menentukan metode akuisisi data, jalur survey, kebutuhan kontrol posisi, rencana penerbangan serta strategi pelaksanaan lapangan.

Planning Mission
03
Field Acquisition Akuisisi Data Lapangan

Pengambilan data LiDAR dilakukan menggunakan sistem sensor dan wahana yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, sambil memperhatikan kondisi area serta parameter survey.

Acquisition Field Data
04
Data Processing Pengolahan Point Cloud

Data hasil akuisisi diproses untuk menghasilkan point cloud yang selanjutnya dapat melalui tahapan georeferencing, filtering, klasifikasi maupun pengolahan lanjutan.

Processing Point Cloud
05
Quality Control Pemeriksaan & Quality Control

Dataset diperiksa untuk memastikan konsistensi, kelengkapan dan kesesuaian terhadap kebutuhan proyek sebelum diproses menjadi output akhir yang telah ditentukan.

QC Validation
06
Data Delivery Finalisasi & Penyerahan Data

Dataset akhir seperti point cloud, DTM, DSM, kontur maupun produk geospasial lainnya disiapkan dalam format yang telah disepakati sesuai scope pekerjaan.

Delivery Deliverables
Structured Workflow Setiap proyek dimulai dari kebutuhan data, bukan sekadar proses penerbangan.

Penentuan metode survey, parameter akuisisi, proses pengolahan hingga jenis output perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaan data agar hasil akhir dapat mendukung pekerjaan teknis secara efektif.

✓
Scope proyek yang jelas
✓
Metode survey sesuai karakter area
✓
Pengolahan data terstruktur
✓
Deliverables sesuai kebutuhan proyek

Sudah memiliki area survey, TOR, scope pekerjaan atau spesifikasi output yang dibutuhkan? Sampaikan kepada tim Lidar Nusantara untuk didiskusikan lebih lanjut.

Konsultasikan Proyek →
Why Lidar Nusantara

Mengapa Memilih Lidar Nusantara?

Pekerjaan pemetaan membutuhkan lebih dari sekadar pengambilan data. Lidar Nusantara menempatkan kebutuhan proyek, proses akuisisi, pengolahan data dan deliverables dalam satu workflow yang terstruktur.

Integrated Geospatial Approach Dari kebutuhan lapangan hingga data geospasial yang siap digunakan.

Setiap pekerjaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Pendekatan survey dapat disesuaikan berdasarkan karakteristik medan, luas wilayah, tujuan analisis, format data serta workflow tim pengguna.

Survey Planning Mission
Data Acquisition Field
Data Processing Point Cloud
Final Deliverables Output

Fokus utama bukan hanya menghasilkan data, tetapi memastikan hasil survey relevan terhadap kebutuhan teknis proyek.

01
TEC
Pendekatan Berbasis Teknologi

Pemanfaatan teknologi survey dan pemetaan berbasis LiDAR membantu menghasilkan dataset tiga dimensi untuk berbagai kebutuhan geospasial dan engineering.

02
PLN
Survey Direncanakan Berdasarkan Proyek

Parameter akuisisi, cakupan area dan metode pekerjaan disesuaikan dengan kondisi lokasi serta hasil akhir yang dibutuhkan oleh pengguna.

03
DAT
Output Data Fleksibel

Deliverables dapat disiapkan mulai dari point cloud, model elevasi, kontur hingga format data GIS maupun CAD sesuai dengan scope pekerjaan.

04
IND
Mendukung Berbagai Sektor

Survey LiDAR dapat diterapkan untuk kebutuhan pertambangan, infrastruktur, perkebunan, kehutanan, konstruksi, topografi maupun pemetaan kawasan.

05
QC
Workflow Pengolahan Terstruktur

Data melalui tahapan processing dan pemeriksaan sebelum disiapkan menjadi produk akhir sesuai kebutuhan serta spesifikasi pekerjaan.

06
SUP
Konsultasi Kebutuhan Survey

Scope, area pekerjaan, kebutuhan output maupun karakteristik proyek dapat didiskusikan terlebih dahulu untuk menentukan pendekatan survey yang lebih sesuai.

Survey Consultation Diskusikan kebutuhan Survey LiDAR untuk proyek Anda.

Sampaikan lokasi, luas area, kebutuhan data, spesifikasi teknis atau TOR pekerjaan kepada Lidar Nusantara untuk membantu menentukan ruang lingkup survey yang sesuai.

Hubungi Lidar Nusantara →
Frequently Asked Questions

Pertanyaan Seputar Survey LiDAR.

Beberapa pertanyaan umum mengenai teknologi LiDAR, proses survey, output data dan kebutuhan proyek yang sering menjadi pertimbangan sebelum pekerjaan dimulai.

Survey LiDAR merupakan metode pengumpulan data spasial menggunakan pulsa laser untuk memperoleh informasi posisi serta elevasi objek dan permukaan. Data tersebut kemudian diproses menjadi 3D point cloud dan berbagai produk geospasial lainnya.

LiDAR melakukan pengukuran menggunakan pulsa laser, sedangkan fotogrametri memperoleh informasi tiga dimensi dari citra yang saling tumpang tindih. Keduanya memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing sehingga metode yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan serta kondisi proyek.

Ya. Salah satu karakteristik LiDAR adalah kemampuan merekam beberapa pantulan dari objek yang berbeda. Pada kondisi tertentu, informasi tersebut dapat membantu proses analisis struktur vegetasi serta identifikasi permukaan tanah di bawah tutupan vegetasi.

Output dapat berupa point cloud, classified point cloud, DTM, DSM, kontur, model 3D maupun data GIS dan CAD. Jenis deliverables akhir disesuaikan dengan scope dan kebutuhan masing-masing proyek.

Survey LiDAR berbasis wahana udara dapat digunakan untuk pengambilan data pada wilayah yang luas. Perencanaan misi, jenis wahana, parameter akuisisi serta metode pekerjaan akan disesuaikan dengan luas dan karakteristik area survey.

Durasi pekerjaan bergantung pada luas area, kondisi lokasi, metode akuisisi, kebutuhan izin, kondisi cuaca, kompleksitas pengolahan dan jenis deliverables. Estimasi waktu dapat ditentukan setelah scope proyek diketahui.

Format data dapat menyesuaikan workflow proyek, antara lain LAS, LAZ, GeoTIFF, SHP, DWG, DXF, XYZ maupun format lain yang telah disepakati sesuai kebutuhan tim geospatial, engineering atau GIS.

Sebaiknya sampaikan lokasi pekerjaan, estimasi luas area, tujuan survey, jenis output yang dibutuhkan dan spesifikasi teknis apabila tersedia. Jika sudah memiliki TOR, KML, KMZ atau batas area, dokumen tersebut dapat membantu proses pembahasan awal pekerjaan.

Need More Information? Masih memiliki pertanyaan mengenai kebutuhan Survey LiDAR?

Tim Lidar Nusantara dapat membantu mendiskusikan area pekerjaan, kebutuhan data, jenis deliverables maupun ruang lingkup survey sebelum proyek dimulai.

Start Your LiDAR Project

Siap Memulai Survey LiDAR untuk Proyek Anda?

Diskusikan kebutuhan pemetaan Anda bersama Lidar Nusantara. Informasi awal seperti lokasi proyek, luas area, batas wilayah, kebutuhan output serta spesifikasi teknis akan membantu proses evaluasi dan penentuan pendekatan survey.

Survey LiDAR
3D Point Cloud
DTM & DSM
GIS & CAD Data
Project Information Informasi yang dapat Anda siapkan.
01
Lokasi Proyek Kabupaten, provinsi atau koordinat lokasi pekerjaan.
02
Luas & Batas Area Estimasi luas serta file KML/KMZ jika tersedia.
03
Kebutuhan Output Point cloud, DTM, DSM, kontur, GIS, CAD atau output lainnya.
04
TOR / Spesifikasi Teknis Sertakan dokumen teknis apabila sudah tersedia.

Belum memiliki seluruh data di atas? Tidak masalah. Sampaikan informasi yang tersedia untuk pembahasan kebutuhan awal proyek.

Solusi pemetaan untuk kebutuhan survey, engineering dan analisis geospasial.
Lidar Nusantara
Scroll to Top